Sumber
“Om Swastyastu” Di Dalam Veda
kebangkitan-hindu.blogspot.co.id
OM Swastyastu,
--- Ya Tuhan, semoga Engkau selalu
memberikan perlindungan ---
Hampir setiap agama
memiliki slogan-slogan seperti itu (slogan di atas), tapi bagi agama Hindu
tidak sekedar slogan. Proses kegiatan yang ada dalam agama Hindu adalah
berdasarkan Kitab Suci Weda (Sastra Weda), yang mana didalamnya terkandung
berbagai cabang Weda sesuai dengan fungsi dan tujuannya, baik yang kelihatannya
bersifat material dan juga yang lebih tinggi yang bersifat rohani secara
langsung. Namun demikian tujuan dari Weda itu adalah memberikan sarana kepada
seluruh umat manusia agar mengerti tentang Tuhan, yang mana Tuhan, siapa diri
kita dan bisa berbuat untuk memuaskan Tuhan. Karenanyalah untuk bisa mengerti
tentang Weda dan tujuannya, Tuhan menurunkan orang-orang sucinya dalam suatu
garis perguruan yang disebut sampradaya, seperti ayat dalam Padma Purana
berikut :
sampradaya vihina ye
mantras te nisphala matah
atah kalau bhavisyanti catvarah sampradayinah
sri, brahma, rudra, sankara vaisnawah
ksiti-pavanah
catvaras te kalau bhavya hy utkale
purusottama
“Mantra dalam sloka apapun yang diterima
tidak melalui silsilah Guru Kerohanian yang sah dan suci, maka hal itu adalah
sia-sia belaka, oleh karena itu, empat pribadi yang maha mulia akan muncul
untuk melanjutkan kembali garis perguruan yang hampir putus tersebut, pendiri
sampradaya itu adalah Sri Mahalaksmi, Brahma, Rudra, Sanaka Maharsi, itulah
yang akan menyelamatkan dunia. Para Acarya yang suci akan menghadirkan mereka
di kota suci Purusottama. “
Jadi turunnya ajaran
Weda adalah melalui jalur dari sampradaya ini dan tidak satupun ajaran Hindu
yang lepas dari sampradaya-sampradaya ini, walaupun ada pengembangan
selanjutnya, sehingga terbentuk atau tergabung dengan budaya lokal. Ke-semua
sampradaya ini adalah garis perguruan Weda yang dikehendaki oleh Tuhan,
karenanya Tuhan mengutus roh-roh yang agung yang merupakan teman intim dari
Tuhan, seperti nama-nama yang dijelaskan di atas itu. Sehingga di dalam Hindu
ada berbagai jenis garis perguruan yang disebut sampradaya yang merupakan
kekayaan bagi Hindu itu sendiri yang dari jaman lampau semua sampradaya ini
adalah rukun satu sama yang lain dan saling menghormati. Kitab Suci Weda adalah
milik dari semua sampradaya itu. Inilah kelebihan daripada Hindu sehingga Hindu
selalu menebar kesejahteraan dan kedamaian bagi setiap makhluk hidup. Satu
contoh dimana umat Hindu selalu mengucapkan “Om Swastyastu”. Kata “Om
Swastyastu” secara indah telah tertulis dalam Kitab Suci Weda bagian Bhagavata
Purana, oleh Rsi Vyasa Deva yang adalah murid langsung Deva Rsi Narada. Deva
Rsi Narada murid dan putra dari Dewa Brahma. Dewa Brahma menerima langsung
ajaran dari kepribadian Tuhan. Demikianlah Srila Vyasa Deva yang begitu kaliber,
bukan manusia biasa tapi beliau adalah seorang mahajana dan saktyavesa avatara,
telah mencantumkan swastyastu dalam ayat berikut :
svasty astu visvasya khalah prasidatam
dhyayantu bhutani sivam mitho dhiya
manas ca bhadram bhajatad adhoksaje
avesyatam vo matir apy ahaituki
Artinya :
“Semoga ada keberuntungan yang baik di
seluruh alam semesta dan semoga semua orang-orang yang iri dipuaskan. Semoga
semua makhluk hidup menjadi tenang dengan mempraktekkan bhakti yoga, karena
dengan melaksanakan bhakti, mereka akan berpikir tentang kesejahteraan
masing-masing yang lain. Dengan demikian marilah kita semua sibuk didalam
pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Tinggi, Sri Krishna dan senantiasa tetap
khusuk berpikir tentang Beliau. “ (Bhagavata Purana, skanda 5 Bab 18 ayat 9).
(Adhoksaje adalah nama lain dari Sri
Krishna).
Dari ayat ini, betapa
agungnya dan mulianya Vyasa Deva. Demikian juga betapa agung dan mulianya
kualifikasi yang akan dimiliki oleh umat Hindu ketika memberikan salam “Om
Swastyastu”, karena kata-kata itu adalah berkat dan hadiah dari Srila Vyasa
Deva yang telah menurunkan Kitab Suci Bhagavata Purana. Di dalam Bhagavata
Purana ini dijelaskan semua sejarah kegiatan Tuhan yang ada di alam semesta
ini. Dengan cara memberikan pelajaran melalui wacana dan contoh-contoh kegiatan
daripada Tuhan, penyembah-penyembah Tuhan yang agung dan juga makhluk hidup
yang menentang Tuhan.
Jadi Bhagavata Purana
adalah salah satu kunci yang utama Kitab Suci Weda. Seperti ayat berikut
menjelaskan :
artho yam brahma-sutranam
bharatartha-vinirnayah
gayatri-bhasya-rupo sav
vedartha-paribrmhitah
Artinya :
“Makna dari Vedanta Sutra disajikan
dalam Bhagavata Purana, penjelasan yang penuh tentang Mahabharata juga ada,
penjelasan tentang brahma gayatri juga ada, dan merupakan ekspansi sepenuhnya,
dari semua pengetahuan Weda. “ ( Garuda Purana, dikutip dari Cc. M. 25.143 )
sarva-vedanta-saram iti
srimad-bhagavatam isyate
tad-rasamrta-trptasya nanyatra syad
ratih kvacit
Artinya :
Jadi Bhagavata Purana adalah hadiah
tiada taranya bagi umat Hindu, dan penulisnya Srila Vyasa Deva adalah
kepribadian yang tiada tandingannya di masa kini maupun masa lampau dan masa
yang akan datang, yang merupakan rekan Tuhan yang sangat intim, yang turun
sebagai jivan mukta, dan saktyavesa avatara dari kerajaan Tuhan yang bernama
Vaikuntha. Sejarah rohani Hindu ( itihasa ) khususnya Mahabharata dan Ramayana
adalah darah dari munculnya budaya Hindu di berbagai belahan dunia di luar
India, khususnya nusantara. Sejarah rohani Hindu Mahabharata ini, ditulis oleh
Rsi Vyasa Deva agar di kemudian hari umat Hindu tahu bahwa agamanya adalah
sejarah bukan cerita semata. Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna, telah
merencanakan semua itu, sehingga ada Mahabharata. Tuhan ada di tengah-tengah
Mahabharata, menyabdakan Bhagavad Gita. Betapa agungnya Mahabharata karena
sentuhan tangan kasih Tuhan dan para penyembah Tuhan yang agung. Bahkan tidak
bisa disamakan dengan para dewa. Bahkan Dewa Rsi Narada bersabda kepada
Yudhistira: “Betapa beruntungnya kalian, wahai Para Pandawa bahkan lebih
beruntung dari para dewa di surga, karena Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa Sri
Krishna, senantiasa mendampingimu“. Seluruh dunia memuji keagungan dan
merindukan Mahabharata, karena Tuhan Sri Krishna yang amat menarik hadir di
sana. Selain itu Hindu terkenal karena Mahabharata dan setiap tempat tirtha
yatra yang utama selalu berhubungan dengan Mahabharata.
Budaya Hindu yang di
nusantara tumbuh dan berkembang karena diawali oleh siraman dari Mahabharata.
Garuda adalah tunggangan dari Sri Krishna sendiri, menjadi lambang dari Negara
Indonesia. Namun demikian tolong dimengerti, tidak semua sejarah bisa dianggap
itihasa seperti Mahabharata. Karena itihasa adalah sejarah kegiatan rohani dari
Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa dan para penyembahnya yang agung, karenanya
mari kita bersama-sama memperdalam ajaran Hindu agar tujuan sebagai umat Hindu
dapat tercapai seperti tujuan agama Hindu, moksartham jagadhita ya ca iti
dharma. Banyak sejarah India dari masa kolonial sampai saat ini tidak bisa
disebut sebagai itihasa. Oleh sebab itu maaf, tidak semua sejarah bisa disebut
itihasa. Bagi mereka yang tidak bisa menerima itihasa sebagai Kitab Suci, itu
terserah kepada masing-masing individu. Setiap orang membawa karma
masing-masing dan kita harus mempertanggung jawabkan diri kita dari kelahiran
demi kelahiran. Yang pasti kita menjadi umat Hindu yang paling beruntung.
Lebih daripada itu
keberuntungan bagi umat Hindu adalah juga persyaratan bagi sebyah agama di
Indonesia di penuhi. Salah satunya adalah memiliki Nabhi maka tepat sekali
pendahulu kita, memilih Srila Vyasadeva sebagai Nabhi Hindu karena memang
beliaulah Maha Rsi di jaman Kaliyuga ini.Srila Vyasadeva turun sebagai
Satyavesa Avatara yang khusus di utus dan diberikan sakti untuk mengumpulkan,
menulis serta menjabarkan Kitab Suci Weda yang demikian rumit.Tanpa kehadiran
beliau Kitab Suci Weda hanya merupakan sebuah cerita-cerita dari mulut ke mulut
yang tidak bisa kita tunjukan sebagai sebuah persyaratan dari Agama.
Beliau bernama Krsna
Dvaipayana , yang dapat menduduki posisi sebagai Vyasa artinya yang berhak
sebagai otoritas utama dari Weda . Sehingga dari jaman yang lampau hari
kelahiran beliau di peringati dan di rayakan dengan nama Guru Purnima,umat
hindu di seluruh dunia merayakan sebagai wujud Rsi Yadnya yang paling
utama,seperti Maulud Nabhi bagi Agama Islam.Untuk menduduki posisi Vyasa adalah
bukan manusia biasa tetapi beliau yang turun dari dunia rohani yang merupakan
utusan Tuhan untuk turun ke bumi ini.
Marilah kita
bersatu-padu bergandengan tangan saling menghormati satu dengan yang lain. Kita
memiliki PHDI sebagai lembaga dimana kita bisa berkumpul dan menyatakan diri
sebagai umat Hindu, kita mesti junjung tinggi dan kita tempatkan sebagai
lembaga yang terhormat. Mari setiap hari kita berperang melawan musuh-musuh
yang ada dalam hati kita berupa: nafsu, kemarahan, kebingungan, kelobaan,
kemabukan dan iri hati. Agar kesejahteraan lahir bathin selalu tercipta, bukan
saja dikalangan umat Hindu, tapi di seluruh umat manusia. Semoga kami dan seluruh
umat Hindu menjadi teladan bagi seluruh umat manusia di bumi ini, sehingga
seluruh umat manusia tanpa terkecuali, demikian pula binatang dan
tumbuh-tumbuhan merasakan damai, sejahtera dan aman dalam kasih Tuhan. Umat
Hindu yang paling beruntung adalah dia yamg telah menebar kasih yang
mengakibatkan rasa damai, sejahtera dan aman bagi seluruh umat manusia tanpa
terkecuali, termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan. Tat Astu.
OM Shanti Shanti Shanti OM
--- Ya Tuhan, semoga Damai di Hati,
Damai di Dunia, Damai untuk selamanya ---
Hari Om Tat Sat
skcon-indonesia Sri Sri Krishna Balarama
Ashram
Sumber :
http://www.hukumhindu.or.id/sumber-salam-om-swastyastu/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar